Senin, 12 Januari 2026

Ilmu Metafisika

 

Ilmu metafisika adalah cabang filsafat yang membahas hakikat terdalam dari realitas—hal-hal yang melampaui fisik dan tidak selalu bisa ditangkap oleh pancaindra. Dalam berbagai tradisi, metafisika berkembang ke banyak arah. Berikut pemetaan yang rapi dan mudah dipahami 👇


1. Metafisika Klasik (Filsafat Barat)

Berakar dari Aristoteles.

Fokus utama:

  • Hakikat ada (being)
  • Sebab pertama (first cause)
  • Substansi & esensi
  • Realitas di balik perubahan

Cabang penting:

  • Ontologi → apa itu keberadaan?
  • Kosmologi metafisik → asal-usul alam semesta
  • Teologi rasional → Tuhan secara rasional (bukan agama)

➡️ Pendekatannya logis, rasional, konseptual.


2. Metafisika Timur

Lebih eksperiensial & batiniah.

a. Hindu (Vedanta)

  • Brahman (Realitas Absolut)
  • Atman = Brahman
  • Maya (ilusi dunia)

➡️ Realitas sejati bersifat satu & non-dual.

b. Buddha

  • Sunyata (kekosongan)
  • Anatta (tanpa diri tetap)
  • Ketidakkekalan

➡️ Tidak mencari “hakikat tetap”, tapi membongkar ilusi keterikatan.

c. Taoisme

  • Tao (jalan alam semesta)
  • Wu-wei (tidak melawan alur)

➡️ Realitas dipahami dengan selaras, bukan dikendalikan.


3. Metafisika Islam

Berkembang lewat filsafat & tasawuf.

a. Filsafat Islam

  • Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd
  • Wajibul wujud (Yang Maha Ada)
  • Hubungan Tuhan–alam–manusia

b. Tasawuf

  • Wahdatul wujud (kesatuan wujud)
  • Makrifat (pengetahuan langsung batin)

➡️ Pengetahuan bukan hanya dipikirkan, tapi dihayati.


4. Metafisika Modern

Mulai kritis terhadap klaim metafisik.

a. Kant

  • Kita tidak tahu “realitas pada dirinya”
  • Yang kita tahu adalah fenomena (yang tampak)

b. Eksistensialisme

  • Makna hidup
  • Kebebasan & tanggung jawab
  • Kecemasan eksistensial

➡️ Fokus pada pengalaman manusia nyata.


5. Metafisika Kontemporer

Lebih analitis & ilmiah.

Topik:

  • Waktu & ruang
  • Kesadaran
  • Identitas diri
  • Realitas mental

Sering bersinggungan dengan:

  • Fisika kuantum
  • Ilmu saraf
  • Filsafat pikiran

6. Metafisika Spiritual & Populer

Banyak dikenal di masyarakat modern.

Contoh:

  • Hukum tarik-menarik (law of attraction)
  • Energi semesta
  • Dimensi lain
  • Karma versi modern

➡️ Sering campuran antara filsafat, spiritualitas, dan psikologi—perlu kritis & sadar batasnya.


7. Metafisika Psikologis (relevan untuk penyembuhan diri)

Ini menarik untuk konteks trauma & kesadaran diri.

Fokus:

  • Hakikat “aku”
  • Kesadaran pengamat
  • Pikiran sebagai objek, bukan identitas

➡️ Sejalan dengan:

  • Mindfulness
  • Metakognisi
  • Terapi berbasis kesadaran

Peta Singkatnya

Arah Cara Mengenal Realitas
Barat klasik Rasio & logika
Timur Pengalaman batin
Islam Akal + wahyu
Modern Kritik & batas pengetahuan
Kontemporer Analisis & sains
Spiritual Intuisi & makna
Psikologis Kesadaran diri


Senin, 05 Januari 2026

Emotional Exhaustion

Mari kita bahas emotional exhaustion lebih dalam. 😊

Apa itu Emotional Exhaustion?

Emotional exhaustion atau kelelahan emosional adalah kondisi di mana perasaan kita terasa hampir habis, sulit untuk merasakan motivasi, dan bahkan melakukan hal-hal sehari-hari terasa berat.

Ini bukan cuma “capek fisik”, tapi capek mental dan emosional, seperti otak dan hati kamu sedang kehabisan energi.

Tanda-tandanya

• Capek terus-menerus – tidur tidak cukup atau tetap lelah walau sudah istirahat.

• Mudah marah atau frustrasi – hal kecil bisa terasa sangat menyebalkan.

• Kesulitan fokus – konsentrasi menurun, susah belajar atau kerja.

• Menarik diri dari orang lain – merasa ingin menyendiri atau apatis.

• Rasa putus asa atau tidak berguna – merasa apa yang dilakukan tidak berarti.

Penyebab Umum

• Tekanan sekolah atau kerja – tugas menumpuk, target tinggi.

• Masalah hubungan – pertengkaran atau harus mendukung orang lain terus-menerus.

• Stress jangka panjang – masalah keluarga, finansial, atau kesehatan mental.

• Burnout – bekerja terlalu keras tanpa istirahat cukup.

Cara Mengatasinya

• Istirahat cukup – tidur dan waktu santai itu penting, bukan malas.

• Bicara dengan orang lain – teman, keluarga, guru, atau konselor.

• Atur batasan – jangan terlalu memaksakan diri, belajar bilang “tidak”.

• Aktivitas yang menyenangkan – olahraga ringan, mendengarkan musik, atau hobi.

• Mindfulness atau relaksasi – meditasi, bernapas dalam, atau menulis jurnal.

Kalau emotional exhaustion terlalu parah, bisa berkembang jadi burnout atau depresi, jadi jangan tunggu terlalu lama untuk minta bantuan profesional.