Pernah nggak, kamu merasa lemas, tegang, atau cepat capek setelah ngobrol dengan seseorang yang dominan, marah, atau agresif? Atau sebaliknya, merasa nyaman dan rileks saat bersama orang yang tenang dan percaya diri?
Itulah yang disebut energi—meski nggak terlihat, pengaruhnya nyata ke tubuh dan pikiran kita.
Energi Itu Beneran Ada
Energi di sini bukan energi fisik seperti listrik atau cahaya, tapi lebih ke getaran, suasana, atau pengaruh psikologis orang terhadap kita.
- Orang dominan atau agresif → energinya bisa bikin kita tegang, lemas, dan cepat capek.
- Orang tenang dan percaya diri → energinya bikin kita ikut rileks, nyaman, dan stabil.
Secara ilmiah, ini bisa dijelaskan lewat:
- Gelombang otak dan hormon: Tubuh kita bereaksi otomatis terhadap suasana orang lain. Misalnya, di sekitar orang agresif, adrenalin naik → jantung berdetak cepat, otot tegang → gampang lelah.
- Bahasa tubuh dan ekspresi wajah: Gestur, nada bicara, dan energi fisik orang lain memengaruhi mood dan respons tubuh kita tanpa kita sadari.
Jadi, energi itu nyata efeknya ke tubuh dan pikiran, meski nggak bisa disentuh atau dilihat. Bisa dibilang ini “interaksi halus antar manusia” yang memengaruhi mood, stamina, dan rasa nyaman kita.
Cara Menyaring Energi Orang Lain Agar Tetap Stabil
Tidak perlu melawan atau terlihat agresif untuk melindungi diri dari energi orang lain. Berikut beberapa langkah praktis:
-
Sadari energimu sendiri dulu
Sebelum berinteraksi, tarik napas dalam dan rasakan tubuhmu. Jika kamu merasa kuat dan tenang, energi negatif orang lain akan sulit “menyentuh”mu. -
Gunakan visualisasi pelindung
Bayangkan sebuah lapisan cahaya atau gelembung pelindung di sekitar tubuhmu. Energi negatif dari orang lain akan “memantul” tanpa masuk ke tubuhmu. -
Tetapkan batas energi
Saat ngobrol dengan orang dominan, fokus pada hal penting saja. Jangan larut terlalu dalam atau ikut “adu kuat”. -
Perhatikan bahasa tubuhmu
Tegakkan tubuh, tarik bahu ke belakang, dan jaga tatapan mata. Bahasa tubuh yang wibawa membuat orang lain otomatis menyesuaikan energi mereka padamu. -
Gunakan napas untuk menenangkan diri
Tarik napas dalam dan buang perlahan saat mulai merasa tegang. Ini menurunkan adrenalin dan menjaga energi tetap stabil. -
Batasi waktu atau interaksi jika perlu
Kalau energi orang lain terlalu menguras, wajar untuk mundur sebentar, fokus ke dirimu, lalu kembali bila perlu.
Kesimpulan
Energi orang lain itu nyata, tapi kita punya cara untuk menyaring dan menjaga energi pribadi. Dengan sadar akan energi diri sendiri, menjaga bahasa tubuh, dan menetapkan batas, kita bisa tetap stabil, percaya diri, dan nggak gampang lelah walau berada di sekitar orang dominan atau agresif.
Menjaga energi diri itu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik dan mental. Semakin kita terbiasa melindungi energi sendiri, semakin nyaman kita menghadapi orang lain dan menjalani hidup dengan tenang.
0 Comments:
Posting Komentar