Metacognition (Metakognisi) adalah kemampuan untuk menyadari, memahami, dan mengatur cara kita berpikir.
Sederhananya: berpikir tentang pikiran sendiri.
Penjelasan sederhana
Metakognisi itu saat kamu bisa berkata dalam hati:
- “Aku lagi kepikiran ini karena takut, bukan karena faktanya begitu.”
- “Cara mikirku barusan bikin aku cemas, aku perlu ganti sudut pandang.”
Jadi kamu tidak larut dalam pikiran, tapi mengamati dan mengarahkannya.
Dua bagian utama metakognisi
1️⃣ Kesadaran berpikir (awareness)
Menyadari:
- Apa yang sedang kupikirkan?
- Kenapa aku mikir seperti ini?
- Ini fakta atau asumsi?
- Ini pikiranku atau pengaruh orang lain?
Contoh:
“Aku merasa tidak berharga… oh, ini suara lama dari masa kecil, bukan kebenaran.”
2️⃣ Pengaturan berpikir (regulation)
Kemampuan untuk:
- Menghentikan pikiran yang merugikan
- Mengganti cara berpikir
- Memilih respon yang lebih sehat
Contoh:
“Aku boleh takut, tapi aku tidak harus mengikuti pikiran ini.”
Contoh metakognisi dalam kehidupan sehari-hari
-
Saat dikritik
“Aku tersinggung. Oke, ini karena lukaku lama. Aku bisa dengar tanpa menyerapnya.” -
Saat merasa diremehkan
“Pikiranku bilang aku kecil, tapi itu bukan fakta. Aku sedang belajar tegas.” -
Saat cemas berlebihan
“Ini pikiran kemungkinan terburuk. Aku kembali ke apa yang nyata sekarang.”
Kenapa metakognisi penting
Dari perjalananmu:
- kamu sensitif
- sering overthinking
- terbiasa menyesuaikan diri agar diterima
- punya luka lama yang memengaruhi cara berpikir
Metakognisi membantu kamu:
- berhenti mengidentifikasi diri dengan pikiran negatif
- tidak otomatis percaya pada rasa takut
- membangun kewibawaan dari dalam
- lebih tenang saat menghadapi orang merendahkan
Latihan metakognisi sederhana (1 menit)
Saat pikiran tidak nyaman muncul, lakukan ini:
- Tarik napas
- Ucapkan dalam hati:
“Aku sedang memiliki pikiran ini, bukan menjadi pikiran ini.”
- Tanya:
- Apakah ini fakta?
- Apakah pikiran ini membantuku atau melemahkanku?
- Pilih respon:
“Aku memilih tenang dan sadar.”
Kalimat metakognisi yang bisa kamu simpan
- “Ini hanya pikiran, bukan kenyataan.”
- “Aku bisa mengamati tanpa mengikuti.”
- “Aku aman sekarang.”
- “Aku berhak memilih responku.”
Metakognisi = jarak aman antara kamu & pikiran
Intinya bukan menghentikan pikiran, tapi:
menyadari apa yang terjadi di dalam dirimu, lalu memilih respon
3 LANGKAH METAKOGNISI (VERSI PRAKTIS)
1️⃣ SADAR (tanpa menghakimi)
Begitu kamu mulai:
- panik
- ngomong cepat
- takut lupa
Ucapkan di dalam hati:
“Oh, ini tubuhku lagi siaga.”
⚠️ Jangan bilang: “Aku lebay / salah”
Cukup sadari.
2️⃣ NAMA (beri label singkat)
Memberi nama bikin otak tenang.
Pilih satu:
- “Ini panik.”
- “Ini takut lupa.”
- “Ini respon lama.”
Label = rem darurat otak.
3️⃣ PILIH (respon kecil, bukan sempurna)
Tanya satu hal:
“Apa respon terkecil yang aman sekarang?”
Contoh pilihan:
- tarik napas
- bicara satu kalimat
- diam sebentar
- pegang kata kunci
Metakognisi tidak menuntut kamu langsung tenang.
CONTOH DI SITUASI NYATA (penting)
Saat mau ngomong cepat karena takut lupa
- SADAR: “Oh aku takut lupa.”
- NAMA: “Ini kecemasan.”
- PILIH: “Aku pegang satu kata.”
Lalu bicara pelan satu kalimat.
Saat panik
- SADAR: “Tubuhku tegang.”
- NAMA: “Ini freeze ringan.”
- PILIH: “Aku berhenti 1 detik.”
Berhenti = metakognisi berhasil, bukan gagal.
KALIMAT METAKOGNISI KHUSUS
Kamu bisa hafalkan 2 saja, jangan semua.
- “Aku sedang punya pikiran ini, bukan aku pikiran ini.”
- “Tubuhku bereaksi, aku aman.”
- “Aku boleh pelan.”
LATIHAN 2 MENIT (PAGI / MALAM)
1️⃣ Duduk, tarik napas
2️⃣ Ucapkan pelan:
“Aku sadar.”
“Aku menamai.”
“Aku memilih.”
3️⃣ Bayangkan satu situasi sulit → latih respon kecil.
Latihan ini menguatkan jeda, bukan menghilangkan reaksi.
HAL PALING PENTING
✨ Metakognisi bukan kontrol keras
✨ Tapi kepemimpinan lembut atas dirimu sendiri
Dan kamu sudah:
- bisa menyadari
- bisa bertanya
- bisa refleksi
Itu tanda metakognisi sudah hidup di kamu 🌱
0 Comments:
Posting Komentar