Senin, 05 Januari 2026

Emotional Exhaustion

Mari kita bahas emotional exhaustion lebih dalam. 😊

Apa itu Emotional Exhaustion?

Emotional exhaustion atau kelelahan emosional adalah kondisi di mana perasaan kita terasa hampir habis, sulit untuk merasakan motivasi, dan bahkan melakukan hal-hal sehari-hari terasa berat.

Ini bukan cuma “capek fisik”, tapi capek mental dan emosional, seperti otak dan hati kamu sedang kehabisan energi.

Tanda-tandanya

• Capek terus-menerus – tidur tidak cukup atau tetap lelah walau sudah istirahat.

• Mudah marah atau frustrasi – hal kecil bisa terasa sangat menyebalkan.

• Kesulitan fokus – konsentrasi menurun, susah belajar atau kerja.

• Menarik diri dari orang lain – merasa ingin menyendiri atau apatis.

• Rasa putus asa atau tidak berguna – merasa apa yang dilakukan tidak berarti.

Penyebab Umum

• Tekanan sekolah atau kerja – tugas menumpuk, target tinggi.

• Masalah hubungan – pertengkaran atau harus mendukung orang lain terus-menerus.

• Stress jangka panjang – masalah keluarga, finansial, atau kesehatan mental.

• Burnout – bekerja terlalu keras tanpa istirahat cukup.

Cara Mengatasinya

• Istirahat cukup – tidur dan waktu santai itu penting, bukan malas.

• Bicara dengan orang lain – teman, keluarga, guru, atau konselor.

• Atur batasan – jangan terlalu memaksakan diri, belajar bilang “tidak”.

• Aktivitas yang menyenangkan – olahraga ringan, mendengarkan musik, atau hobi.

• Mindfulness atau relaksasi – meditasi, bernapas dalam, atau menulis jurnal.

Kalau emotional exhaustion terlalu parah, bisa berkembang jadi burnout atau depresi, jadi jangan tunggu terlalu lama untuk minta bantuan profesional.


0 Comments:

Posting Komentar