Mari kita bahas emotional exhaustion lebih dalam. 😊
Apa itu Emotional Exhaustion?
Emotional exhaustion atau kelelahan emosional adalah kondisi di mana perasaan kita terasa hampir habis, sulit untuk merasakan motivasi, dan bahkan melakukan hal-hal sehari-hari terasa berat.
Ini bukan cuma “capek fisik”, tapi capek mental dan emosional, seperti otak dan hati kamu sedang kehabisan energi.
Tanda-tandanya
• Capek terus-menerus – tidur tidak cukup atau tetap lelah walau sudah istirahat.
• Mudah marah atau frustrasi – hal kecil bisa terasa sangat menyebalkan.
• Kesulitan fokus – konsentrasi menurun, susah belajar atau kerja.
• Menarik diri dari orang lain – merasa ingin menyendiri atau apatis.
• Rasa putus asa atau tidak berguna – merasa apa yang dilakukan tidak berarti.
Penyebab Umum
• Tekanan sekolah atau kerja – tugas menumpuk, target tinggi.
• Masalah hubungan – pertengkaran atau harus mendukung orang lain terus-menerus.
• Stress jangka panjang – masalah keluarga, finansial, atau kesehatan mental.
• Burnout – bekerja terlalu keras tanpa istirahat cukup.
Cara Mengatasinya
• Istirahat cukup – tidur dan waktu santai itu penting, bukan malas.
• Bicara dengan orang lain – teman, keluarga, guru, atau konselor.
• Atur batasan – jangan terlalu memaksakan diri, belajar bilang “tidak”.
• Aktivitas yang menyenangkan – olahraga ringan, mendengarkan musik, atau hobi.
• Mindfulness atau relaksasi – meditasi, bernapas dalam, atau menulis jurnal.
Kalau emotional exhaustion terlalu parah, bisa berkembang jadi burnout atau depresi, jadi jangan tunggu terlalu lama untuk minta bantuan profesional.
0 Comments:
Posting Komentar