Kamis, 15 Maret 2018
Jumat, 09 Maret 2018
Memuliakan guru kita itulah letak keberkahan ilmu.
#Memuliakan guru kita itulah letak keberkahan ilmu.#
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili, Rasul SAW bersabda :
إنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِيْ جِحرِهَا وَحَتَّى الْحُوْتَ لَيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
Sesungguhnya Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, beserta penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang berada dalam sarangnya, demikian pula dengan ikan-ikan. Semuanya berdo’a untuk orang-orang yang mengajarkan kebajikan pada manusia.” [HR Tirmidzi]
Syeikh Az-Zarnuji mengatakan : Kendati para penuntut ilmu telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, namun banyak dari mereka tidak mendapat manfaat dari ilmunya. Ini dikarenakan kesalahan dalam cara menuntut ilmu, dan diabaikannya syarat-syarat dalam menuntut ilmu karena barangsiapa salah jalan, tentu akan tersesat dan tidak akan mencapai tujuan.
Diantara syarat yang sering diabaikan oleh para penuntut ilmu sekarang adalah kurang bahkan tidak menghormati guru. Dalam kitab Taysirul Khallaq disebutkan seorang penunut ilmu haruslah meyakini bahwa guru mempunyai kedudukan seperti orang tua, bahkan bisa lebih tinggi, karena orang tua memelihara jasadnya, tapi guru berusaha memelihara jiwanya. Orang tua memperhatikan urusan dunia kita, sementara guru memperhatikan urusan akhirat kita.
Coba kita perhatikan. Kita mengenal Allah, para Nabi, bahkan kita bisa membaca Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajaran islam sehingga bisa menggali lebih dalam syariat islam namun terkadang kita lupa dari manakah kita mengenal semua itu? Tidaklah mungkin kita kenal semua itu tanpa bimbingan guru. Maka benarlah perkataan ulama :
لولا المربي، ما عرفت ربي
Seandainya tidak ada guru, niscaya aku tidak mengenal Tuhanku
Betapa mulianya seorang guru hingga Sayyidina Ali yang digelari sebagai kotanya ilmu berkata:
أنا عبد من علمنى حرفا واحدا، إن شاء باع، وإن شاء استرق
Aku adalah hamba sahaya dari seseorang yang mengajariku satu huruf, jika ia mau maka ia boleh menjual dan jika ia mau maka ia boleh menjadikan aku sebagai budaknya.
Imam Ahmad banyak mengambil ilmu dari Imam Syafi’i hingga ia berkata: Jika dalam suatu permasalahan tidak aku temui haditsnya maka aku memutuskan hukum dengan perkataan Imam Syafii.
Maka sebagai balasannya Imam Ahmad bin Hanbal berkata:
إِنِّيْ لأَدْعُو اللهَ لِلشَّافِعِيِّ فِيْ صَلاَتِيْ مُنْذُ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً، أَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمُحَمَّدِ بْنِ إِدْرِيْسَ الشَّافِعِيِّ
Aku mendoakan al-Imam al-Syafi’i dalam shalat saya selama empat puluh tahun. Aku berdoa, “Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i.” [al-Baihaqi, Manaqib al-Imam al-Syafi’i]
Suatu ketika Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthas (Penyusun Ratib Al-Atthas) sedang duduk bersama para santrinya dan salah satunya bernama Ali Barash yang sedang memijit kaki beliau. Beliau berkata kepada para santri : "Kita kedatangan tamu istimewa Nabi Khidir dan sekarang beliau sudah berada di gerbang pondok". Maka serentak para santri berhamburan untuk menyambut kehadiran Nabi Khidir kecuali Ali Barash, ia tetap tenang memijit gurunya. Habib Umar bertanya kepada Ali: "Yaa Ali, kenapa kau tidak ikut santri yang lain?" Ali menjawab: "Wahai guruku, Nabi Khidir datang untuk menemuimu, untuk apa aku lepaskan tanganku dari kakimu karena kedudukanmu sebagai guru di mataku jauh lebih mulia dibandingkan Nabi Khidir". Mendengar jawaban ini, Habib Umar sangatlah ridlo kepada muridnya ini dan beliaupun berkata: "Tidak akan kuterima hadiah fatihah dari siapapun kepadaku kecuali disertai dengan nama Ali Barash".
Subhanallah! Lantas bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memuliakan guru kita dimana kita banyak mengambil ilmu dari mereka? Sudahkah kita memposisikan guru seperti yang dilakukan syeikh Ali Barash? Sudahkah kita mendoakan mereka seperti yang dilakukan oleh Imam Ahmad kepada As-Syafi’i?
Astagfirullah. Betapa bakhilnya penuntut ilmu zaman ini jangankan memuliakan guru, merekapun enggan menyebut nama guru sebagai sumber ilmunya, padahal disitulah letak keberkahan ilmu. Jalaluddin Abdrurrahman bin Abu Bakar mengatakan :
ومن بركة العلم وشكره عزْوُه إلى قائله
Di antara keberkahan ilmu dan wujud mensyukurinya ialah menisbatkan setiap perkataan kepada orang yang mengatakannya.
Hilangnya keberkahan itu diakibatkan seorang penuntut ilmu telah menjadi pendusta, Simak sabda Nabi SAW :
الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلاَبِسِ ثَوْبَىْ زُورٍ
“Orang yang berpenampilan dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya bagaikan orang yang memakai dua pakaian kedustaan”. [HR Bukhari]
Bahkan ada ulama yang menilai bahwa perbuatan tersebut termasuk sariqah (pencurian) karena ia telah mengambil sesuatu yang bukan haknya. Ia juga dianggap sebagai penipu karena ia menipu orang lain dengan pembentukan opini bahwa perkataan itu adalah hasil dari jerih payahnya sendiri. Wallahu A’lam. Semoga kita menjadi orang yang memuliakan guru-guru kita dan ilmu mereka sehingga setiap kita berhak mendapatkan ilmu yang bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat.
Mari kita doakan guru-guru kita semoga mereka senantiasa mendapat perlindungan dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Amiin Yaa Robbal 'Alamin
Kamis, 01 Maret 2018
Kelas I SD /2- Bab 4-Ayo kita sholat
Sabtu, 13 Januari 2018
Quote Buku Wardah
Experience love inspire your moment
Minggu, 07 Mei 2017
Kutipan Buku Habits
PENGARANG: USTADZ FELIX SIAW
Tujuan adalah daya tarik yang sangat kuat
=====
Kurang lebih keberuntungan adalah hasil kali antara persiapan kita dan kesempatan .
=====
Devil temptation, hindari dan jangan pernah terapin kaya ini:
# mendingan
#yang lain juga begitu
#sekali ini saja
#iniyang terakhirkali deh
===
islam datang dalam keadaan aneh ( asing) dan suatu saat islam di anggap aneh, maka beerbahagialah orang yang dia anggap aneh tersebut. para sahabat bertanya siapa yang aneh tersebut, ya Rasullullah: rasulullah menjawab : orang yang melakukan perbaikan di tengah kondisi yang rusak
( HR.Muslim)
=====
keahlian bukan sesuatu yang di wariskan akan tetapi hasil dari pilihan, latihan dan pengulangan pilihan-pilihanyang telah di buat.
========
sesuatu yang di biasakan maka akan menjadi kebiasaan contohnya saja saat kita terbiasa mengucapkan kalimat-kalimat thayibbah selama kita hidup maka insyaAllah pada saat kita mendekati maut kita akan senantiasa terbiasa mengucapkan demikian
======
penilaian orang lain terhadap kita bukan hanya pada pandangan pertama namun penilaian yang obyekitif seseorang terhadap kita ada pada jangka waktu yang lama, begitupun penilaian kita terhadap seseorang. intinya seseorang akan kelihatan kepribadiannya dari habits nya selama ini.
=====
proses terbentuknya habits pada manusia
-thoughts
-purpose
-actions
-habits
-personalities
=======
imam syafii berkata : wahai saudaraku kalian tidak akan dapat menguasai ilmu dengan 6 syarat yang akan saya sampaikan
-dengan kecerdasan
-menuntutnya dengan bersemangat
-dengan kesungguhan
-dengan memiliki bekal ( investasi) bersama pembimbing
-serta waktu yang lama
======
mau mendaftar yang manapun, alasan gagal atau alasan untuk sukses, keduanya memerlukan waktu dan juga menguras pikiran
=====
penghargaan akan datang kepada seseorang yang memiliki banyak kekurangan, memiliki banyak alasan untuk gagal, namun mereka tidak menghiraukannya. mereka menembus batas harapan orang pada mereka. tapi ingat penghargaan tidak akan datang kepada orang yang banyak alasan karena akan menemukan kegagalan yang jauh lebih besar
======
alasan adalah ciri orang gagal karena pencari alasan tak pernah belajar
=====
pesimus menyalahkan kesalahan
optimus belajar dari kesalahan
=====
kita tidak bisa selalu memilih apa yang akan terjadipada kita, karena idup tidak selamnaya pilihan, namun kita jelas memilih bagaimana menyikapinya. karena sesuatu peristiwa hakikatnya tidak mempunyai nilai baik atau buruk hanya kita yang menentukan standartnya apa itu di nilai baik atau buruk.
======
kejadian mungkin takdir namun meresponnya adalah pilihan yang ada pada manusia
======
sesungguhnya tidak ada impian yang terlalu tinggi yang ada hanyalah kemalasan yang bertopeng pesemisme.
======
seorang visioner biasanya mempunyai dua kemungkinan yaitu gagal dan berhasil akan tetapi seorang yang yang pragmatis tidak akan pernah ada yang mengingat mereka.
======
memiliki visi besar berarti harus siap di katakan sebagai orang gila
=====
terdengar familiar bukan? banyak orang takut dan khawatir pada sesuatu yang belum pasti, dan malah tidak takut pada sesuatu yang sudah pasti
======
action adalah pertanda kesungguhan, ia pembedah antara impian dan khayala, juga pembeda antar yang beriman dan yang munafik.
=====
perkataan ibnu qayim : perbedaan impian dan khayalan adalah bahwa mengahayal melibatkan kemalasan, di mana seorang tidak berusaha berjuang ( untuk yang dia inginkan ). impian, akan mengharuskan seseorang berjuang, usaha dan tawakal. yang pertama ibarat berharap tanah akan membajak dan menanam sendiri untuknya. sedang yang kedua benar-benar membajak, menanam dan berharap tanamannya tumbuh
( madaarij as-salikin)
======
terkadang kita pandai menyusun rencana tapi kita lebih pandai lagi menunda ( jangan pernah menjadikan kebiasaan saat menunda sesuatu karena bisa membentuk habits)
=====
habits adalah proses membiasakan aktivitas-aktivitas yang istimewa. perbedaan antara orang yang meatih habitsnya adalah bahwa orang yang tidak terbiasa menganggap kebetulan adalah sesuatu yang tidak mereka sengaja dan orang yang terbiasa menganggap bahwa kebetulan adalah sesuatu yang di sengaja secara sadar karena mereka sering melatih habits, kendalikan habits an insya Allah anda akan mengandalikan kehidupan anda, kendalikan habits atau habits yang mengendalikan hidup anda
=======
bersegerahlah menunaikan amal-amal kebajikn karena saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. betapa bakal terjadi seseorang yang pagi hari ia beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. dan seseorang yang di waktu soreh masih beriman, ke esokan harinya menjadi kafi. ia menjual agamanya dengan komoditas dunia ( HR.Bukhori-Muslim)
=====
kemustahilan adalah gabungan dari pada halhal yang mungkin terjadi. artinya seuatu yang di katakan mustahil menjadi mungkin di lakukan apabilah kita mau memisah-misahkan kemustahilan itu menjadi kemungkinan-kemungkinan
=======
saat awal mungkin kita mengendalkan habits tapi ada saatnya kita tidak bisa mengendalikan habits
=====
keberuntungan adalah hasil pembiasaan diri ketika di hadapkan dengan peluang maka miliki abits yang unggul.
======
sesungguhnya malan yang paling di sukai Allah adalah amalan yang terus menerus
(HR.Bukhorii-Muslim)
=====
yang perlu kita ketahui bahwa engendalian habits adalah sebuah plihan habits berasal dari ( pratice and repetition)
====
kucing yang terbiasa di perintah bahasa arab dapat mendengar bahasa arab
=====
menimati shalat adalah suatu pembiasaan awalnya sulit tetapi nikmat bila sudah terbiasa.
=====
bagai manusia ancaman terkadang menjadi "why" yang sangat kuat untuk bergerak=====
sering-seringlah berpikir tentang masa depan maka akan menyugesti kita untuk mencapainya.
=====
tidak memiliki tujuan hidup sama seperti lari dalam lingkaran yang tidak pernah habis
======
ilmu adalah gudang-gudang penyimpanan pertanyaan adalah kuncinya
(ibnu syihab )
Kamis, 30 Maret 2017
Mengajar Murid Kekinian? Ini Teknik Mengajarnya
Jumat, 17 Maret 2017
Kelas I SD /2-Bab 5 Perilaku Terpuji
Kelas I SD /2-Bab 5 Perilaku Terpuji
Kamis, 19 Januari 2017
Iman Kepada Allah
▶ Iman dalam segi bahasa adalah percaya
Rabu, 06 Mei 2015
Saya Belajar
Saya Belajar untuk Mengerti
Saya belajar untuk mengerti bahwa…
- Saya tidak bisa memaksa orang lain untuk menyukai saya.
- Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya sukai.
Saya belajar mengerti bahwa…
- Tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua membutuhkan proses dan pertumbuhan, kecuali bila saya ingin sakit hati.
Saya belajar mengerti bahwa…
- Jika seseorang tidak menunjukkan perhatian sebagaimana yang saya inginkan, bukan berarti dia tidak menyukai saya.
Saya belajar mengerti bahwa…
- Dua manusia dapat melihat benda yang sama, tapi bisa jadi memiliki sudut pandang yang berbeda.
Saya belajar untuk mengerti bahwa…
- Saya harus memilih sikap, apakah emosi yang menguasai saya atau saya yang menguasai emosi.
Saya belajar mengerti bahwa…
- Sebaik-baiknya pandangan, mereka pasti pernah sama melukai perasaan. Dan untuk itu, saya harus memaafkan.
Saya belajar mengerti bahwa…
- Saya harus bisa mengampuni diri sendiri dan orang lain, jika tidak ingin dikuasai oleh perasaan bersalah terus menerus.
Saya belajar untuk mengerti bahwa…
- Seorang yang saya kira jahat justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali, serta orang yang begitu perhatian dengan saya.
Saya mencoba untuk mengerti bahwa…
- Saya punya hak untuk marah, tapi bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis terhadap orang lain.
Saya belajar untuk mengerti bahwa…
- Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan, dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.
Saya belajar untuk mengerti bahwa…
- Lingkungan dapat mempengaruhi kepribadian saya, namun saya harus bisa lebih bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan.
Saya belajar untuk mengerti bahwa…
- Kata-kata manis tanpa tindakan adalah perpisahan dengan seseorang yang benar-benar sangat saya sayangi.
Saya belajar untuk mengerti bahwa…
- Orang-orang yang saya kasihi justru sering kali diambil segera dari kehidupan saya.
Saya belajar untuk mengerti bahwa…
- Sahabat terbaik selalu ada bersama saya untuk dapat melakukan banyak hal, dan kami selalu punya waktu terbaik untuk berbagi rasa.
Senin, 30 Maret 2015
Materi Profesi Guru 1
Materi Kuliah: Profesi Guru
Catatan ini hanya sekedar materi kuliah yang aku catat agar teringat dan bermanfaat bagi yang lain. Semoga bermanfaat.
Syarat-syarat Menjadi Guru
- Kualifikasi akademik
- Kompetensi
- Sertifikat pendidik
- Sehat jasmani dan rohani
- Kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional
Guru Harus Punya Pedagogik
- Harus punya pemahaman wawasan atau landasan pendidikan
- Pemahaman peserta didik
- Pengembangan kurikulum dan silabus
- Perancang pembelajaran
- Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
- Pemanfaatan teknologi pembelajaran
- Evaluasi hasil belajar
- Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya
Guru pedagogik akan menghindarkan kegiatan pembelajaran yang bersifat monoton, tidak disukai siswa, dan membuat kehilangan minat serta daya serap konsentrasi belajar.
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan pemahaman peserta didik dan pengelolaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
Kompetensi Kepribadian Guru
Jika memiliki hal-hal sebagai berikut:
- Mantap, beriman, dan bertaqwa
- Berakhlak mulia
- Arif dan bijaksana
- Beribawa / gezagh
- Stabil atau dinamis
- Dewasa
- Jujur
- Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
- Secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri (introspeksi)
- Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan
Profesi Guru
12 Des
- Monodualisme adalah manusia dinamakan sifat individualis (pribadi) dan sosial
Kompetensi Sosial
- Berkomunikasi lisan, tulisan, isyarat
- Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
- Bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, pimpinan persatuan pendidikan, orang tua/wali peserta didik
- Bergaul secara baik dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku
- Menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan
Orang cerdas adalah orang yang menyelesaikan masalah tanpa masalah
Di dunia, kalau sudah melarat jangan sampai di akhirat melarat
Tips Menjadi Guru yang Menarik
- Jadilah guru yang menguasai materi sebelumnya, bukan hanya membaca dan menerangkan langsung





